Cari Blog Ini

Memuat...

Clock

Minggu, 12 Mei 2013

Kurikulum 2013 untuk SD, "Pemerintah akan Menghilangkan Mapel Bahasa Inggris"

Apa itu Kurikulum 2013?
Ini sih menurut saya, sebagai perspektif lah. Jadi kira-kira kurikulum 2013 ini intinya adalah Integrated Curriculum yang menggabungkan beberapa Mapel (Mata Pelajaran) kedalam satu pelajaran lainnya. Atau dalam istilah mudahnya contohnya adalah memasukkan materi IPA/IPS kedalam Bahasa Indonesia. 
Kurikulum ini juga menekankan kepada kualitas pencapaian hard skill dan soft skill. 
Hard Skill adalah keterampilan teknis yang melekat atau dibutuhkan untuk profesi tertentu. Contoh: insinyur mekanik membutuhkan keterampilan bekerja dg permesinan, programmer harus menguasai teknik pemrograman dg bahasa tertentu.
Soft Skill adalah keterampilan yg tidak melekat pada jenis pekerjaan tertentu, semisal saja kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, dan kemampuan memotivasi diri. Keterampilan berinteraksi dan bekerjasama secara sinergi dengan orang lain juga merupakan bagian dari softskill.
Jadi, menurut saya untuk pemahaman mudah dari Hard skill dan Soft skill adalah kalau Hard Skill berkaitan dengan materi pelajaran yang harus di kuasai siswa, sedangkan Soft skill itu berkaitan dengan keterampilan siswa dalam mengolah materi yang telah ia kuasai. 
Untuk pemahaman lebih jelas tentang Kurikulum ini silahkan download di Link ini.

What's new?
Banyak hal baru, dari kurikulum ini terlepas dari pro dan kontra akan pemangkasan beberapa mata pelajaran yang dinilai banyak orang sebagai 'unwise'. Setidaknya menurut saya begitu juga, kenapa? karena apapun alasan yang dipakai pemerintah untuk kebijakan tersebut terkait dengan mata pelajaran yang telah diajarkan akan tidak bijak kalau langsung 'menghapus' mata pelajaran dalam suatu sistem pendidikan secara langsung, dan apabila pemerintah benar-benar ingin menghilangkannya setidaknya secara berangsur-angsur dan dengan alasan yang benar-benar logis dan dapat diterima semua kalangan. Hal ini banyak disayangkan berbagai pihak akan keputusan yang akan diambil oleh pemerintah dalam hal ini kementerian pendidikan nasional. 
Beberapa hal yang baru pada kurikulum mendatang antara lain:


SD – MI (Sekolah Dasar Madrasah Ibtidaiyah)

  • Kurikulum 2013 berbasis pada sains.
  • Kurikulum 2013 untuk SD, bersifat tematik integratif.
  • Kompetensi yang ingin dicapai adalah kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, disamping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan.
  • Proses pembelajaran menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik melalui penilaian berbasis tes dan portofolio saling melengkapi.
  • Mata pelajara (MAPEL) SD diantaranya
  1. Pendidikan Agama
  2. PPKn
  3. Bahasa Indonesia
  4. Matematika
  5. IPA
  6. IPS
  7. Seni Budaya dan Prakarya (Muatan Lokal; Mulok)
  8. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Muatan Lokal;Mulok)
  • Alokasi waktu per jam pelajaran SD 35 menit
  • Banyak jam pelajaran per minggu Kelas I = 30 jam, kelas II= 32 jam, kelas III=34 jam, kelas IV, V,VI=36 jam


Untuk yang tingkat SMP – MTs & SMA – MA

Sudut Pandang (Point of Views)
Berikut saya, berikan beberapa sudut pandang dari berbagai sumber terkait perubahan kurikulum.

nasional.sindonews.com

Sindonews.com - Pembahasan kurikulum baru memasuki babak baru.Pemerintah sepakat menghapus mata pelajaran Bahasa Inggris dari jenjang sekolah dasar (SD). Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, anak-anak sekolah dasar lebih baik fokus belajar bahasa Indonesia. Penambahan Bahasa Inggris juga dinilai membebani siswa sekolah dasar. "Bahasa Inggris itu selama enam bulan saja, dia bisa mengerti. Anak TK saja dipaksa ikut les Bahasa Inggris. Kalau bahasa kasarnya, itu haram sekali hukumnya. Kasihan anak-anak," kata dia seusai Pelaksanaan Kegiatan TOT Pembangunan Karakter Bangsa pada Guru dan Kepala Sekolah melalui Kebudayaan di Jakarta kemarin. Mantan Rektor Universitas Andalas (Unand) Padang ini menambahkan, kebijakan penghapusan Bahasa Inggris ini diterapkan pada sekolah negeri. Termasuk sekolah yang berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) yang 80% proses pengajarannya memakai Bahasa Inggris harus mengikuti kurikulum yang baru ini. Sementara di sekolah swasta dan sekolah internasional, Musliar mengaku, belum ada pengkajian secara khusus apakah mereka ikut dilarang juga. Namun, seluruh sekolah harus mengikuti kurikulum yang dibuat pemerintah. Mantan Irjen Kemendikbud itu menambahkan, pembahasan kurikulum baru ini masih berjalan dan ditargetkan selesai akhir tahun. Isu yang berkembang, para pakar yang tergabung dalam tim penyusun mengusulkan penyederhanaan mata pelajaran di sekolah dasar hanya menjadi enam mata pelajaran saja. Musliar menyebutkan, keenam pelajaran itu ialah Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Matematika, Bahasa Indonesia, Seni dan Budaya, serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes). Jika sebelumnya mata pelajaran IPA IPS akan dilebur menjadi Ilmu Pengetahuan, kemarin Musliar menyebutkan, kedua mata pelajaran itu akan tetap ada, namun tidak menjadi satu mata pelajaran. Nanti akan diintegrasikan ke enam mata pelajaran yang menjadi mata pelajaran wajib tersebut. “Jadi seperti di Bahasa Indonesia, pelajar bisa mempelajari halilintar atau hujan sambil belajar membaca. Jadi IPA akan menjadi penggerak atau motor bagi mata pelajaran lain,” kata dia. Musliar juga mengaku, selama ini pelajaran Bahasa Indonesia kurang bermakna. Dia mencontohkan, metode membaca “Ini Budi, Ini Ibu Budi” masih dipakai sampai sekarang.Padahal makna dari kalimat itu saja tidak terkorelasi dengan pelatihan otak kanan dan kiri siswa. Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistiyo berpendapat ada benarnya juga Bahasa Inggris dihapus untuk mengurangi beban siswa. Disamping itu, Bahasa Indonesia juga penting untuk ditingkatkan karena statusnya sebagai bahasa negara dan identitas nasional. Dia juga mengapresiasi penghapusan itu karena dalam kurikulum nasional tidak tercantum Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib, namun sekolah memasukkannya dalam muatan lokal (mulok) saja. Anggota Komite III DPD ini tetap meminta pemerintah membuat alternatif lain supaya siswa tetap dapat menguasai Bahasa Inggris karena sifatnya yang sudah menjadi bahasa pergaulan internasional.


merdeka.com

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Musliar Kasim MS, mengatakan, rencana pemerintah untuk menghilangkan mata pelajaran Bahasa Inggris dan Sains merupakan bagian dari perbaikan kurikulum pendidikan. Menurut dia, dengan kurikulum pendidikan sekarang ini, siswa-siswa sekolah dasar kurang memiliki kesempatan untuk sosialisasi, Kondisi itu menyebabkan mereka tidak mendapatkan soft skill terkait nilai-nilai budaya masyarakat tempatnya bernaung. "Tidak saja SD, bahkan SLTA dan perguruan tinggi belum memiliki soft skill yang memadai," ungkap Musliar di Kantor Wakil Presiden, Jl Veteran III, Jakarta, Kamis (1/11). Atas alasan itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan penyederhanaan dengan menghilangkan Bahasa Inggris dan Sains. Meski demikian, bukan berarti mata pelajaran tersebut tidak ada sama sekali. "Tidak tertulis IPA dan IPS dalam kurikulum nanti, tapi terintegrasi dengan pelajaran yang ada. Misalnya dalam Bahasa Indonesia selalu diajarkan 'ini Budi', di dalamnya kita memasukkan unsur alam sehingga mereka bisa observasi, tanyakan, presentasi kan dan ini lebih menarik," tandasnya. Melalui cara ini, dia memperkirakan dapat memenuhi standar kompetensi kelulusan berupa attitude atau hasil yang didapat, skill atau ketrampilan dan knowledge yang disingkat ASK. Standar itu diterapkan di seluruh tingkat pendidikan mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi. "Setelah itu kita buat secara nasional," pungkasnya.


inggrisanak.com

Bahasa Inggris di SD kini tidak diperhitungkan lagi. Pemerintah tidak memprioritaskan adanya KBM Bahasa Inggris di lingkungan pendidikan dasar. Di Indonesia, Bahasa Inggris menurut pemerintah idealnya diajarkan di Sekolah lanjutan Pertama atau SMP maupun MTs. Bahasa Inggris di SD dari dahulu sampai sekarang tidak mendapat tanggapan yang positif, bahkan di Kurikulum 2013 nanti yang akan diberlakukan di masing-masing satuan pendidikan termasuk SD, Bahasa Inggris semakin tenggelam dan semakin tidak dianggap lagi. Dari Kemdikbud sendiri terdapat pernyataan keras yang mengatakan bahwa SD Negeri dilarang mengajarkan Bahasa Inggris di Sekolah Dasar dengan alasan membebani siswa SD. Juga mengganggu anak di dalam belajar Bahasa Indonesia. Akhir dari Bahasa Inggris di SD Sekarang ini Bahasa Inggris masih diajarkan di SD di beberapa daerah di Indonesia, dan terdapat beberapa daerah yang sudah sama sekali menghilangkan mata pelajaran ini dan praktis tidak ada lagi KBM Bahasa Inggris di sana. Anak-anak yang tadinya menerima pelajaran ini kemudian hilang sama sekali mereka tidak lagi mengenalnya. Bahkan yang membuat hati penulis teriris adalah ketika terdapat suara anak-anak yang menginginkan diajar Pelajaran ini. Mereka selama ini merasa senang dan antusias belajar Bahasa Inggris, namun kini tiada lagi sungguh kasihan mereka. Mereka tidak akan lagi mendapatkan pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah mereka. BahasaInggris di Sekolah dasar semakin tenggelam, sejak munculnya sebagai muatan lokal pokok di SD pada tahun 1994 kini akan segera lenyap begitu saja menjelang kurikulum 2013. Bahasa Inggris bagaimanapun juga meninggalkan banyak tanda tanya. Mau dikemanakan guru-guru Bahasa Inggris yang selama ini mengajar dalam kurun waktu yang tidak singkat. Sebagian besar dari mereka bahkan sudah banyak yang masuk pengangkatan PNS baik kategori I maupun II namun semua itu menjadi harapan kosong bagi mereka karena mereka(Guru-guru Bahasa Inggris di SD) tiada lagi mendapat tempat mengajar. Tidak ada lagi Pelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar. Kalaupun ada itu hanya bersifat ekstrakurikuler yang pada kenyataanya hanya sebagai formalitas saja dan sama sekali tidak ada kegiatan real untuk belajar Bahasa Inggris. Habis manis sepah dibuang. Itulah peribahasa yang cocok disematkan pada Guru Bahasa Inggris SD, Setelah dengan susah payah dan mengabdikan dirinya selama bertahun-tahun mengajar, mereka tidak mendapatkan apresiasi sama sekali. “Saya malu menjadi bagian dari PGRI yang samasekali tidak memberikan uluran tangan dan memperjuangkan kami guru-guru BahasaInggris SD”.

Dari beberapa sudut pandang diatas, saya dapat menyimpulkan kurang tepatnya keputusan yang akan diambil pemerintah terkait kurikulum 2013. Mungkin pemerintah melihat dari perspektif berbeda akan hal ini, tetapi apapun pandangan pemerintah dan apapun niat atau pun asumsi-asumsi yang menjadi pertimbangan pemerintah, semoga pemerintah dapat memberi kebijakan yang lebih baik dari pada menghapus mata pelajaran. Dari kesemuanya keprofesionalan tenaga pendidik dan penyediaan SDM yang kreatif yang senantiasa menjadi prioritas, karena sebagus atau sesempurnanya kurikulum yang akan di implementasikan tanpa SDM yang berkualitas sama saja tidak akan berhasil dan berjalan seperti apa yang diharapkan, dan pemerintah akan cendrung bergonta-ganti kurikulum yang terkadang belum tentu tepat dan effektif karena hanya melihat skala perbandingan pendidikan di kota-kota besar tanpa melihat di daerah yang memerlukan perhatian lebih karena jauh akan ketertinggalan.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi dan menambah khazanah ilmu pengetahuan, karena kita tidak bisa 'tutup mata' akan hal di sekitar kita yang membutuhkan perhatian lebih. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan artikel ini, saya tidak ada maksud lain hanya memberikan sudut pandang terhadap dunia pendidikan sekarang yang menurut saya lebih rumit.


Sumber:

http://www.edunimasi.com/pentingnya-hardskill-dan-softskill.html#.UY8l3rUXGpc
http://www.adelia.web.id/isi-kurikulum-2013/
http://nasional.sindonews.com/
http://inggrissd.blogspot.com/2013/03/bahasa-inggris-di-sd-semakin-tenggelam.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar